Pemerintah Kabupaten Pesawaran tahun ini merencanakan akan membangun lumbung pangan pemerintah. Pendirian lumbung tersebut dimaksudkan sebagai cadangan pangan tingkat kabupaten.
Kepala Kantor Ketahanan Pangan Pesawaran Abu Sofyan mengungkapkan, pembangunan lumbung pangan pemerintah itu melalui dana alokasi khusus (DAK) Pesawaran sebagai tindak lanjut dari pendirian lumbung pangan desa.
Lumbung pemerintah atau gudang pangan kabupaten akan dibangun di Desa Negerisakti Kecamatan Gedongtataan itu menggunakan DAK tahun 2011, dengan nilai anggaran sebesar Rp200 juta.
“Disamping lumbung pangan pemerintah, Pemkab setempat juga akan membangun lagi 2 lumbung pangan desa dengan anggaran Rp50 juta untuk menambah lumbung-lumbung sebelumnya,” ujarnya.
Sampai dengan saat ini, kata dia, sudah dibangun sebanyak 7 lumbung pangan desa melalui DAK di Dinas Pertanian setempat. Ketujuh lumbung tersebut berada di 7 desa dan kecamatan yang ada di daerah ini.
Untuk menunjang pertanian, pemerintah daerah membina kelompok-kelompok tani, baik dalam hal pembibitan, pola tanam serta hasil produksi dalam rangka ketersediaan pangan di pedesaan untuk persiapan lumbung pangan desa.
Setiap tahun, Dinas Pertanian setempat selalu memberikan bantuan, baik berupa sarana pertanian, pupuk dan obat-obatan dan benih ke kelompok-kelompok tani, dengan harapan dapat meningkatkan hasil produksi pertanian dan peningkatan taraf hidup petani.
Walaupun penyebaran sentra produksi di kabupaten ini belum merata, namun ketersediaan beras lebih dari cukup. Sentra-sentra produksi itu diantaranya berada di Kecamatan Gedongtataan, Negerikaton dan Kedondong. Dari ketiga tempat itu, sentra produksi terbesar berada Kedondong. Karena selain areal pertaniannya luas, lahanya juga mendukung dalam perolehan dan tersedianya stock beras.
Minggu, 23 Januari 2011
Jalan Produksi Akan Dikerjakan
Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Pesawaran akan mengerjakan pengembangan jalan produksi yang bisa dilewati roda empat yang ada di kawasan pertanian, pangan, hortikurtura, peternakan dan perkebunan.
Pembangunan jalan tersebut dalam tahun 2011 ini akan dikerjakan di 6 kecamatan, diantaranya Kecamatan Kedodong, Punduhpedada, Gedongtataan, Padangcermin,
Tigeneneng dan Negrikaton. Demikian ungkap Sekretaris Dinas Pertanian dan Perkebunan Pesawaran Nasrial, Senin (24/1) di ruang kerjanya.
“Pembangunan dan pengembangan jalan produksi ini, antara lain dimaksudkan untuk memperlancar arus transportasi di masing-masing kecamatan,” katanya.
Dari keenam kecamatan yang mendapatkan pembuatan jalan itu, kata dia, hanya Kecamatan Negerikaton yang mengunakan dana dari anggaran pendapatan belanja daerah (APBD) murni Kabupaten Pesawaran, dengan nilai Rp75 juta yang merupakan dana pendamping dari dana alokasi khusus (DAK).
Sedangkan, 5 kecamatan lainnya yang mendapatkan pengembangan jalan produksi itu, anggaran yang dipakai berasal dari DAK tahun 2011 dengan nilai angaran Rp625 juta untuk pembuatan jalan yang ada di lima kecamatan di kabupaten setempat.
Pembuatan jalan ini, lanjut dia, akan dikerjakan pada bulan Juli atau Agustus tahun 2011, yang akan dikerjakan oleh rekanan dari Dinas Pertanian setempat dengan cara ditenderkan dan dari pihak dinas akan mengawasi pekerjaan tersebut.
Sebelumnya, pada tahu 2010, Dinas Pertanian dan Peternakan setempat juga sudah mendapatkan bantuan serupa di Desa Made Kecamatan Punduhpedada yang mendapat kucuran DAK tahun 2010 dengan jumlah Rp200 juta untuk pembuatan jalan tersebut.
Pembangunan jalan tersebut dalam tahun 2011 ini akan dikerjakan di 6 kecamatan, diantaranya Kecamatan Kedodong, Punduhpedada, Gedongtataan, Padangcermin,
Tigeneneng dan Negrikaton. Demikian ungkap Sekretaris Dinas Pertanian dan Perkebunan Pesawaran Nasrial, Senin (24/1) di ruang kerjanya.
“Pembangunan dan pengembangan jalan produksi ini, antara lain dimaksudkan untuk memperlancar arus transportasi di masing-masing kecamatan,” katanya.
Dari keenam kecamatan yang mendapatkan pembuatan jalan itu, kata dia, hanya Kecamatan Negerikaton yang mengunakan dana dari anggaran pendapatan belanja daerah (APBD) murni Kabupaten Pesawaran, dengan nilai Rp75 juta yang merupakan dana pendamping dari dana alokasi khusus (DAK).
Sedangkan, 5 kecamatan lainnya yang mendapatkan pengembangan jalan produksi itu, anggaran yang dipakai berasal dari DAK tahun 2011 dengan nilai angaran Rp625 juta untuk pembuatan jalan yang ada di lima kecamatan di kabupaten setempat.
Pembuatan jalan ini, lanjut dia, akan dikerjakan pada bulan Juli atau Agustus tahun 2011, yang akan dikerjakan oleh rekanan dari Dinas Pertanian setempat dengan cara ditenderkan dan dari pihak dinas akan mengawasi pekerjaan tersebut.
Sebelumnya, pada tahu 2010, Dinas Pertanian dan Peternakan setempat juga sudah mendapatkan bantuan serupa di Desa Made Kecamatan Punduhpedada yang mendapat kucuran DAK tahun 2010 dengan jumlah Rp200 juta untuk pembuatan jalan tersebut.
Selasa, 21 Desember 2010
Sebanyak 48 SD Bangun Perpustakaan Sekolah
Sebanyak 48 sekolah dasar (SD) di Kabupaten Pesawaran tahun anggaran 2010 yang berasal dari DAK bidang fisik mendapat bantuan pembangunan perpustakaan sekolah.
Perpustakaan sekolah tersebut juga dilengkapi dengan meubeler, berupa meja baca siswa, rak buku dan meja petugas. Demikian ungkap Kabid Gedung dan Perlengkapan Dinas Pendidikan Pesawaran, Zuniadi.
“Selain gedung perputakaan, sekolah-sekolah yang mendapat bantuan pembangunan Perpus itu juga dapat bantuan meubeler,” katanya.
Sekolah dasar yang memperoleh bantuan Perpus itu, masing-masing Kecamatan Gedongtataan sebanyak 5 SD, Negerikaton sebanyak 9 SD, Waylima sebanyak 9 SD, Kedondong sebanyak 7 SD, Padangcermin sebanyak 8 SD, Punduhpedada sebanyak 5 SD dan Tegineneng sebanyak 5 SD.
Diharapkannya, dengan adanya perpustakaan sekolah ini, minat baca anak akan semangkin meningkat. Sehingga bisa meningkatkan kecerdasan anak didik.
Demikian pula halnya dengan pengadaan buku-buku, kata dia, diharapkan dapat menambah ketersediaan buku yang dibutuhkan, disamping buku-buku yang sudah ada.
Beberapa sekolah, lanjut dia, memang sudah ada yang memanfaatkan lokal atau ruangan di sekolah itu untuk perpustakaan. Namun kebanyakan disamping tempatnya kurang memadai, buku-buku yang tersedia juga masih terbatas.
Kasi Perencanaan Tehnis Gedung Dinas Pendidikan Pesawaran Hermanto mengatakan, pembangunan perpustakaan sekolah dasar di Kabupaten Pesawaran itu mulai dari titik nol tanggal 16 November lalu dan dilakukan secara serentak.
“Sampai dengan saat ini, persentase pembangunan perpustakaan masih dalam proses,” ujarnya. (*)
Perpustakaan sekolah tersebut juga dilengkapi dengan meubeler, berupa meja baca siswa, rak buku dan meja petugas. Demikian ungkap Kabid Gedung dan Perlengkapan Dinas Pendidikan Pesawaran, Zuniadi.
“Selain gedung perputakaan, sekolah-sekolah yang mendapat bantuan pembangunan Perpus itu juga dapat bantuan meubeler,” katanya.
Sekolah dasar yang memperoleh bantuan Perpus itu, masing-masing Kecamatan Gedongtataan sebanyak 5 SD, Negerikaton sebanyak 9 SD, Waylima sebanyak 9 SD, Kedondong sebanyak 7 SD, Padangcermin sebanyak 8 SD, Punduhpedada sebanyak 5 SD dan Tegineneng sebanyak 5 SD.
Diharapkannya, dengan adanya perpustakaan sekolah ini, minat baca anak akan semangkin meningkat. Sehingga bisa meningkatkan kecerdasan anak didik.
Demikian pula halnya dengan pengadaan buku-buku, kata dia, diharapkan dapat menambah ketersediaan buku yang dibutuhkan, disamping buku-buku yang sudah ada.
Beberapa sekolah, lanjut dia, memang sudah ada yang memanfaatkan lokal atau ruangan di sekolah itu untuk perpustakaan. Namun kebanyakan disamping tempatnya kurang memadai, buku-buku yang tersedia juga masih terbatas.
Kasi Perencanaan Tehnis Gedung Dinas Pendidikan Pesawaran Hermanto mengatakan, pembangunan perpustakaan sekolah dasar di Kabupaten Pesawaran itu mulai dari titik nol tanggal 16 November lalu dan dilakukan secara serentak.
“Sampai dengan saat ini, persentase pembangunan perpustakaan masih dalam proses,” ujarnya. (*)
Dinas Pendidikan Bangun RKB dan Rehab Berat
Dinas Pendidikan Kabupaten Pesawaran, selain membangun perpustakan sekolah (Perpus) SD melalui dana DAK 2010, juga membuat ruang kelas baru (RKB) dan rehab berat untuk gedung SMP. Bangunan fisik melalui dana tersebut, terdiri dari 5 RKB dan 5 rehab berat.
Pembangunan 5 sekolah ruang kelas baru sebanyak 2 kelas, masing-masing SMPN 4 Gedongtataan, SMPN 3 Negerikaton, SMP Satu Atap Negerikaton, SMPN 1 Padangcermin dan SMPN 5 Padangcermin. Sedangkan yang mendapat rehab berat ada 5 sekolah, masing-masing SMPN 1 Negerikaton, SMPN 1 Waylima, SMPN 1 Kedondong dan SMPN 2 Punduhpedada.
Untuk rehab berat, setiap atap sekolah diganti dengan baja ringan, kusen-kusen, plapon dan lantai kramik. Demikian dikatakan Kabid Gedung dan Perlengkapan Dinas Pendidikan Pesawaran, Zuriadi, Rabu (22/12).
“Semua kegiatan dilaksanakan oleh pihak rekanan dengan anggaran Rp110 juta per ruangan kelas atau lokal untuk RKB dan Rp80 juta per sekolah,” ujarnya.
Dana alokasi khusus yang diperuntukkan bagi ruang kelas baru dan rehab berat gedung sekolah itu dilaksanakan sesuai dengan petunjuk yang ada. Dinas Pendidikan setempat, melaksanakan kegiatan tersebut mengikuti petunjuk dan melibatkan pihak ketiga.
Sebelumnya, sistem pengelolaan berbeda dengan yang ada sekarang. Kalau dulu, kegiatan seperti ini diswakelolakan. Namun kini, setiap pekerjaan pembangunan maupun renovasi gedung sekolah melibatkan pekanan.
Sejak dimekarkan dari kabupaten induknya Lampung Selatan tahun 2007, baru tahun 2010 Kabupaten Pesawaran mendapat bantuan DAK. Sampai saat ini, pihak dinas masih belum mendapatkan petunjuk tehnis pelaksanaan DAK tahun depan. (*)
Pembangunan 5 sekolah ruang kelas baru sebanyak 2 kelas, masing-masing SMPN 4 Gedongtataan, SMPN 3 Negerikaton, SMP Satu Atap Negerikaton, SMPN 1 Padangcermin dan SMPN 5 Padangcermin. Sedangkan yang mendapat rehab berat ada 5 sekolah, masing-masing SMPN 1 Negerikaton, SMPN 1 Waylima, SMPN 1 Kedondong dan SMPN 2 Punduhpedada.
Untuk rehab berat, setiap atap sekolah diganti dengan baja ringan, kusen-kusen, plapon dan lantai kramik. Demikian dikatakan Kabid Gedung dan Perlengkapan Dinas Pendidikan Pesawaran, Zuriadi, Rabu (22/12).
“Semua kegiatan dilaksanakan oleh pihak rekanan dengan anggaran Rp110 juta per ruangan kelas atau lokal untuk RKB dan Rp80 juta per sekolah,” ujarnya.
Dana alokasi khusus yang diperuntukkan bagi ruang kelas baru dan rehab berat gedung sekolah itu dilaksanakan sesuai dengan petunjuk yang ada. Dinas Pendidikan setempat, melaksanakan kegiatan tersebut mengikuti petunjuk dan melibatkan pihak ketiga.
Sebelumnya, sistem pengelolaan berbeda dengan yang ada sekarang. Kalau dulu, kegiatan seperti ini diswakelolakan. Namun kini, setiap pekerjaan pembangunan maupun renovasi gedung sekolah melibatkan pekanan.
Sejak dimekarkan dari kabupaten induknya Lampung Selatan tahun 2007, baru tahun 2010 Kabupaten Pesawaran mendapat bantuan DAK. Sampai saat ini, pihak dinas masih belum mendapatkan petunjuk tehnis pelaksanaan DAK tahun depan. (*)
Rabu, 29 September 2010
Sebanyak 16 Pejabat Eselon IV Dilantik
GEDONGTATAAN - Sebanyak 16 pejabat eselon IV dilingkungan Pemkab Kabupaten Pesawaran, Kamis (30/9) dilantik. Acara ini pertama kalinya para pejabat setempat dilantik dibawah kepemimpinan Bupati Aries Sandi DP Natamenggala dan Wakil Bupati Musiran, sejak keduanya dilantik sebagai bupati-wakil bupati Pesawaran periode 2010 – 2015, Senin (20/9) lalu.
Bupati Pesawaran Aries Sandi DP Natamenggala dalam sambutannya mengatakan, mutasi jabatan dalam lingkungan pemerintahan hal yang sangat alami. Sehingga tidak perlu menimbulkan kegelisahan, keresahan ataupun ketidaknyamanan.
“Sebagai abdi negara, kita harus siap dan sanggup ditempatkan di satuan kerja manapun sesuai kebutuhan yang telah dirumuskan secara mendalam oleh Baperjakat,” katanya.
Diingatkannya, penempatan pada jabatan baru semata-mata tugas dan bukan sebuah kemuliaan yang diberikan pinpinan. Sehingga tidak boleh merasa diri lebih tinggi atau lebih baik dari orang lain. Promosi jabatan yang diraih merupakan tugas dan kepercayaan pimpinan yang harus dilaksanakan dengan sebaik-baiknya dan bukan untuk gagah-gagahan.
“Ingatlah, jabatan amanah yang tidak saja harus dipertanggungjawabkan kepada pimpinan, tetapi juga kepada Tuhan Yang Maha Esa,” ujarnya.
Kepada para pejabat yang dilantik, bupati berpesan agar segera melakukan konsilidasi dengan setiap pegawai di Satker masing-masing, agar perubahan komposisi jabatan ini tidak mengganggu kinerja, bahkan bisa meningkatkan semangat kerja para pegawai.
Disadari, tugas pelayanan bukan pekerjaan mudah. Apalagi kebutuhan dan kepentingan masyarakat semakin meningkat dan beragam. Oleh karena itu, segera pelajari dan pahami Tupoksi serta lingkungan kerja masing-masing secara cepat. Sehingga proses adaptasi berjalan secara cepat pula. (*)
Bupati Pesawaran Aries Sandi DP Natamenggala dalam sambutannya mengatakan, mutasi jabatan dalam lingkungan pemerintahan hal yang sangat alami. Sehingga tidak perlu menimbulkan kegelisahan, keresahan ataupun ketidaknyamanan.
“Sebagai abdi negara, kita harus siap dan sanggup ditempatkan di satuan kerja manapun sesuai kebutuhan yang telah dirumuskan secara mendalam oleh Baperjakat,” katanya.
Diingatkannya, penempatan pada jabatan baru semata-mata tugas dan bukan sebuah kemuliaan yang diberikan pinpinan. Sehingga tidak boleh merasa diri lebih tinggi atau lebih baik dari orang lain. Promosi jabatan yang diraih merupakan tugas dan kepercayaan pimpinan yang harus dilaksanakan dengan sebaik-baiknya dan bukan untuk gagah-gagahan.
“Ingatlah, jabatan amanah yang tidak saja harus dipertanggungjawabkan kepada pimpinan, tetapi juga kepada Tuhan Yang Maha Esa,” ujarnya.
Kepada para pejabat yang dilantik, bupati berpesan agar segera melakukan konsilidasi dengan setiap pegawai di Satker masing-masing, agar perubahan komposisi jabatan ini tidak mengganggu kinerja, bahkan bisa meningkatkan semangat kerja para pegawai.
Disadari, tugas pelayanan bukan pekerjaan mudah. Apalagi kebutuhan dan kepentingan masyarakat semakin meningkat dan beragam. Oleh karena itu, segera pelajari dan pahami Tupoksi serta lingkungan kerja masing-masing secara cepat. Sehingga proses adaptasi berjalan secara cepat pula. (*)
Minggu, 26 September 2010
SILPA Kabupaten Pesawaran Rp50 Miliar Lebih
GEDONGTATAAN - Sisa lebih perhitungan anggaran (SILPA) Kabupaten Pesawaran tahun 2009 sebesar Rp50.760.658.119,89. Apabila dibandingkan antara realisasi pendapatan dengan realisasi belanja, terdapat surplus sebesar Rp53.775.161.447,89. Dana tersebut telah juga digunakan untuk aspek pembiayaan sebesar Rp3.014.503.328,00.
Sementara, komponen pendapatan daerah dari target Rp323.540.308.013,00 terealisasi sebesar Rp338.201.065.549,89 (104,53 persen) dan dari sisi belanja daerah yang terdiri dari belanja operasi, belanja modal dan belanja tak terduga, dari target Rp325.898.087.678,00 terealisasi Rp284.425.904.102,00 (87,27 persen).
Demikian disampaikan Bupati Pesawaran Aries Sandi, D.P., Senin (27/9) pada sidang paripurna DPRD Pesawaran dalam rangka pengesahan rancangan peraturan daerah pertanggungjawaban pelaksanaan APBD Kabupaten Pesawaran tahun anggaran 2009, bertempat diruang sidang DPRD setempat.
Dikatakannya, sidang paripurna yang dilaksanakan ini mempunyai arti yang sangat penting, terutama bagi sejarah pemerintahan dan pembangunan Kabupaten Pesawaran. Karena dalam sidang ini telah berhasil menyelesaikan salah satu tugas penting dengan diterimanya rancangan Perda pertanggungjawaban pelaksanaan APBD Pesawaran tahun anggaran 2009.
Selanjutnya, kata dia, rancangan ini akan segera disampaikan kepada instansi yang lebih tinggi, dalam hal ini gubernur Lampung, untuk dilakukan evaluasi dan diterbitkan Perda pertanggungjawaban pelaksanaan APBD Kabupaten Pesawaran TA 2009.
Disadari, lanjut dia, target kinerja daerah dapat dicapai hanya dengan upaya dan kerja keras bersama serta dukungan dan partisipasi seluruh masyarakat Kabupaten Pesawaran. Semua itu, tak lain wujud bakti serta tanggung jawab bersama terhadap seluruh masyarakat dan daerah.
“Kritikan dan saran terhadap beberapa aspek penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan yang saat ini belum mampu mencapai sasaran yang diharapkan, akan dijadikan perhatian yang sungguh-sungguh sebagi upaya memperbaiki dan lebih meningkatkan lagi akuntabilitas dan kinerja penyelenggaraan pembangunan dimasa mendatang,” ujarnya. (*)
Sementara, komponen pendapatan daerah dari target Rp323.540.308.013,00 terealisasi sebesar Rp338.201.065.549,89 (104,53 persen) dan dari sisi belanja daerah yang terdiri dari belanja operasi, belanja modal dan belanja tak terduga, dari target Rp325.898.087.678,00 terealisasi Rp284.425.904.102,00 (87,27 persen).
Demikian disampaikan Bupati Pesawaran Aries Sandi, D.P., Senin (27/9) pada sidang paripurna DPRD Pesawaran dalam rangka pengesahan rancangan peraturan daerah pertanggungjawaban pelaksanaan APBD Kabupaten Pesawaran tahun anggaran 2009, bertempat diruang sidang DPRD setempat.
Dikatakannya, sidang paripurna yang dilaksanakan ini mempunyai arti yang sangat penting, terutama bagi sejarah pemerintahan dan pembangunan Kabupaten Pesawaran. Karena dalam sidang ini telah berhasil menyelesaikan salah satu tugas penting dengan diterimanya rancangan Perda pertanggungjawaban pelaksanaan APBD Pesawaran tahun anggaran 2009.
Selanjutnya, kata dia, rancangan ini akan segera disampaikan kepada instansi yang lebih tinggi, dalam hal ini gubernur Lampung, untuk dilakukan evaluasi dan diterbitkan Perda pertanggungjawaban pelaksanaan APBD Kabupaten Pesawaran TA 2009.
Disadari, lanjut dia, target kinerja daerah dapat dicapai hanya dengan upaya dan kerja keras bersama serta dukungan dan partisipasi seluruh masyarakat Kabupaten Pesawaran. Semua itu, tak lain wujud bakti serta tanggung jawab bersama terhadap seluruh masyarakat dan daerah.
“Kritikan dan saran terhadap beberapa aspek penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan yang saat ini belum mampu mencapai sasaran yang diharapkan, akan dijadikan perhatian yang sungguh-sungguh sebagi upaya memperbaiki dan lebih meningkatkan lagi akuntabilitas dan kinerja penyelenggaraan pembangunan dimasa mendatang,” ujarnya. (*)
Kamis, 23 September 2010
Aries Sandi Ajak Wartawan Majukan Pesawaran
GEDONGTATAAN - Bupati Pesawaran Aries Sandi Dharma Putra mengajak seluruh wartawan liputan di daerah ini, baik dari media cetak maupun elektronik untuk dapat bersama-sama memajukan Kabupaten Pesawaran.
Ajakan itu disampaikan bupati, Jum’at (24/9) saat audensi dengan sejumlah wartawan yang tergabung dalam Forum Komunikasi Wartawan Kabupaten Pesawaran (FK-WKP), diruang kerjanya.
Sesuai dengan tugasnya, kata dia, kontribusi wartawan dalam peliputan pemberitaan di Kabupaten Pesawaran telah memberikan sumbangsinya bagi perkembangan dan kemajuan di daerah ini.
Dia berharap, kerjasama yang baik antara pemerintah daerah setempat dengan media massa yang sudah terjalin, dapat lebih ditingkatkan lagi. Bahkan, untuk anggaran publikasi di Bagian Humas Pemkab Pesawaran tahun depan akan ditambah Rp1 miliar.
“Untuk publikasi, saya minta kepada Bagian Humas untuk menganggarkan dana tambahan sebesar Rp1 miliar, dari sebelumnya Rp2 miliar,” ujarnya.
Dikatakannya, Kabupaten Pesawaran merupakan daerah otonomi baru (DOB) yang dimekarkan dari Kabupaten induknya Lampung Selatan tahun 2007. Sebagai daerah baru yang berotonomi, Pesawaran masih perlu banyak berbenah diri.
Sebagai kepala daerah terpilih periode 2010 – 2015 yang baru dilantik, Bupati Aries Sandi DP bersama Wakil Bupati Musiran, program jangka pendeknya akan segera membenahi dari dalam terlebih dahulu, baik didalam roda pemerintahan maupun pembangunan di wilayah ini.
Ketua FK-WKP Feri Darmawan mengatakan akan mendukung semua kebijakan bupati dan wakil bupati Pesawaran guna perkembangan dan kemajuan pembangunan kabupaten ini.
“Kami insan Pers yang tergabung di Forum Komunikasi Wartawan Kabupaten Pesawaran, akan terus mengawal pembangunan sesuai dengan tugas dan fungsi kami sebagai kontrol sosial, guna terwujudnya Pesawaran yang lebih maju,” tuturnya. (*)
Ajakan itu disampaikan bupati, Jum’at (24/9) saat audensi dengan sejumlah wartawan yang tergabung dalam Forum Komunikasi Wartawan Kabupaten Pesawaran (FK-WKP), diruang kerjanya.
Sesuai dengan tugasnya, kata dia, kontribusi wartawan dalam peliputan pemberitaan di Kabupaten Pesawaran telah memberikan sumbangsinya bagi perkembangan dan kemajuan di daerah ini.
Dia berharap, kerjasama yang baik antara pemerintah daerah setempat dengan media massa yang sudah terjalin, dapat lebih ditingkatkan lagi. Bahkan, untuk anggaran publikasi di Bagian Humas Pemkab Pesawaran tahun depan akan ditambah Rp1 miliar.
“Untuk publikasi, saya minta kepada Bagian Humas untuk menganggarkan dana tambahan sebesar Rp1 miliar, dari sebelumnya Rp2 miliar,” ujarnya.
Dikatakannya, Kabupaten Pesawaran merupakan daerah otonomi baru (DOB) yang dimekarkan dari Kabupaten induknya Lampung Selatan tahun 2007. Sebagai daerah baru yang berotonomi, Pesawaran masih perlu banyak berbenah diri.
Sebagai kepala daerah terpilih periode 2010 – 2015 yang baru dilantik, Bupati Aries Sandi DP bersama Wakil Bupati Musiran, program jangka pendeknya akan segera membenahi dari dalam terlebih dahulu, baik didalam roda pemerintahan maupun pembangunan di wilayah ini.
Ketua FK-WKP Feri Darmawan mengatakan akan mendukung semua kebijakan bupati dan wakil bupati Pesawaran guna perkembangan dan kemajuan pembangunan kabupaten ini.
“Kami insan Pers yang tergabung di Forum Komunikasi Wartawan Kabupaten Pesawaran, akan terus mengawal pembangunan sesuai dengan tugas dan fungsi kami sebagai kontrol sosial, guna terwujudnya Pesawaran yang lebih maju,” tuturnya. (*)
Minggu, 19 September 2010
Aries Sandi - Musiran Dilantik Sebagai Bupati-Wakil Bupati Pesawaran

GEDONGTATAAN - Aries Sandi Dharma Putra – Musiran, Senin (20/9) dilantik sebagai bupati – wakil bupati Pesawaran periode 2010 – 2015. Pengambilan sumpah jabatan dilakukan oleh Gubernur Lampung Sjachroedin, Z.P., atas nama Presiden Republik Indonesia, bertempat di Gedung DPRD Pesawaran, Gedongtataan.
Pelantikan ini berdasarkan Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 131.18 – 618 Tahun 2010 tentang Pemberhentian Penjabat Bupati Pesawaran dan Pengesahan Pengangkatan Bupati Pesawaran Provinsi Lampung serta Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 132.18 – 619 Tahun 2010 tentang Pengesahan Pengangkatan Wakil Bupati Pesawaran Provinsi Lampung. Kedua keputusan tersebut ditetapkan di Jakarta pada tanggal 26 Agustus 2010 oleh Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi.
Dalam pelantikan ini, Ketua DPRD Pesawaran yang sebelumnya mencalonkan diri sebagai bupati Pesawaran, M. Nasir tidak hadir. Menurut sumber di DPRD setempat, ketidakhadiran M. Nasir tanpa keterangan.
Gubernur Lampung Sjachroedin Z.P., dalam sambutannya mengatakan dalam usianya yang masih muda, ketiga tahun, Kabupaten Pesawaran dihadapkan berbagai tantangan. Mulai proses pendaftaran Pilkada, KPU dengan pemerintahan berseberangan hingga pergantian penjabat bupati.
“Berbagai persoalan ini semua ada hikmahnya. Itu tantangan yang harus dihadapi dalam menapak keberhasilan roda pemerintahan dan pembangunan,” katanya.
Kebehasilan bupati, lanjut dia, apapun janji politiknya salahsatunya tidak akan berhasil bila tidak ada persetujuan dari DPRD. Sebab bagaimana pun juga DPRD ikut menentukan keberhasilan pembangunan.
“Untuk kepentingan rakyat serta pembangunan daerah, jangan pernah ada kepentingan konflik antara legeslatif dan eksekutif,” tambahnya.
Gubernur juga mengucapkan terima kasih kepada pasangan Cabup - Cawabup yang telah mengikuti Pemilukada Pesawaran dan mengajak bupati – wakil bupati terpilih untuk merangkul yang kalah. Karena dalam persaingan biasa dalam politik. Ada yang kalah dan ada yang menang.
Lebih lanjut gubernur meengajak seluruh lapisan masyarakat untuk membangun Kabupaten Pesawaran dengan sebaik-baiknya. Apalagi kabupaten ini berdampingan dengan ibukota Provinsi Lampung. Karenanya, pembangunan akan dapat lebih ditingkatkan. (PO)
Label:
Aries Sandi Dharma Putra
Kamis, 16 September 2010
Anak Dibawah Umur Diperkosa Bergilir
PADANGCERMIN - Pihak Polsek Padangcermin berhasil mengamankan 3 dari 5 pelaku pemerkosaan anak dibawah umur, sebut saja namanya Bunga (14) (nama samaran-red) warga Desa Kecapi, Kecamatan Padangcermin, Kabupaten Pesawaran. Sedangkan 2 pelaku berinisial AN dan DN sedang dalam pengejaran petugas Polsek setempat.
Kanit Reskrim Padangcermin, Aiptu Emi Suhaimi, mengatakan para pelaku, yakni Abdul Rozak bin Sam,un (24), Hendra Kurniawan bin Saptini (30) dan Agus Safari bin Edi Kusmedi (18) yang kesemuanya warga Dusun Ketapang, Desa Gebang, Kecamatan Padangcermin, saat ini telah diamankan di Mapolsek setempat.
“Ketiga pelaku sudah kita amankan dikediamannya masing-masing tanpa perlawanan. Sementara 2 lainnya masih buron,” ujarnya.
Dikatakannya, para pelaku di tangkap berdasarkan laporan keluarga korban yang mengadukan prihal kasus permerkosaan yang menimpa Bunga ke Mapolsek Padangcermin, Kamis (16/09).
Kejadian bermula saat korban berjanjian dengan Rozak, salah satu pelaku yang menyusul korban di depan rumahnya, di Desa Kecapi. Kemudian, Rozak bersama AN, pelaku yang masih buron, membawa korban ke lokasi Wisata Pantai Klara. Menjelang sore, mereka membawa korban ke kediaman AN di Dusun Ketapang.
Sesampainya dirumah An, korban diberi air minum. Tanpa menaruh curiga, korban minum air yang disuguhkan. Berselang kemudian korban jatuh pingsan. Saat itulah korban diperkosa secara bergilir oleh kelima pelaku.
Korban baru sadarkan diri di pagi hari dalam keadaan bugil. Lalu, dia diantar pulang oleh pelaku. Tapi tidak sampai rumah, hanya diantar sampai di Dusun Dantar. Atas kejadian itu, korban memberitahukan prihal pemerkosaan terhadap dirinya kepada pihak keluarga.
Mendengar pengakuan Bunga, pihak keluarga langsung melaporkan peristiwa pemerkosaan tersebut ke Mapolsek Padangcermin. Dari hasil pemeriksaan, para pelaku yang berhasil diamankan mengaku memang benar telah memerkosa Bunga. Mereka melakukannya secara bergilir. (*)
Kanit Reskrim Padangcermin, Aiptu Emi Suhaimi, mengatakan para pelaku, yakni Abdul Rozak bin Sam,un (24), Hendra Kurniawan bin Saptini (30) dan Agus Safari bin Edi Kusmedi (18) yang kesemuanya warga Dusun Ketapang, Desa Gebang, Kecamatan Padangcermin, saat ini telah diamankan di Mapolsek setempat.
“Ketiga pelaku sudah kita amankan dikediamannya masing-masing tanpa perlawanan. Sementara 2 lainnya masih buron,” ujarnya.
Dikatakannya, para pelaku di tangkap berdasarkan laporan keluarga korban yang mengadukan prihal kasus permerkosaan yang menimpa Bunga ke Mapolsek Padangcermin, Kamis (16/09).
Kejadian bermula saat korban berjanjian dengan Rozak, salah satu pelaku yang menyusul korban di depan rumahnya, di Desa Kecapi. Kemudian, Rozak bersama AN, pelaku yang masih buron, membawa korban ke lokasi Wisata Pantai Klara. Menjelang sore, mereka membawa korban ke kediaman AN di Dusun Ketapang.
Sesampainya dirumah An, korban diberi air minum. Tanpa menaruh curiga, korban minum air yang disuguhkan. Berselang kemudian korban jatuh pingsan. Saat itulah korban diperkosa secara bergilir oleh kelima pelaku.
Korban baru sadarkan diri di pagi hari dalam keadaan bugil. Lalu, dia diantar pulang oleh pelaku. Tapi tidak sampai rumah, hanya diantar sampai di Dusun Dantar. Atas kejadian itu, korban memberitahukan prihal pemerkosaan terhadap dirinya kepada pihak keluarga.
Mendengar pengakuan Bunga, pihak keluarga langsung melaporkan peristiwa pemerkosaan tersebut ke Mapolsek Padangcermin. Dari hasil pemeriksaan, para pelaku yang berhasil diamankan mengaku memang benar telah memerkosa Bunga. Mereka melakukannya secara bergilir. (*)
Warga Keluhkan Pengerjaan Jalan Diduga Asal-asalan
GEDONGTATAAN - Warga Jalan Sumbersari Desa Tamansari Kecamatan Gedongtataan Kabupaten Pesawaran keluhkan jalan hotmik di desa mereka yang bersumber dari APBD senilai Rp500 juta diduga dikerjakan tidak sesuai bestek dan asal-asalan.
Menurut salah seorang warga setempat, Jum’at (17/9) mengungkapkan jalan hotmik tersebut baru dikerjakan sekitar setengah bulan. Namun, banyak bagian ruas jalan yang sudah retak-retak dan bergelombang.
Ironisnya lagi, kata dia, jalan ini juga dikerjakan pada malam hari dan tidak mengutamakan kualitas. Salahnya, saat dikerjakan di tempat basah langsung ditimpa aspal. Sehingga jalan yang ada berair dan cepat rusak.
“Bagaimana jalan tidak lekas retak-retak, pengerjaannya diduga asal-asalan saja. Belum dilewati mobil bermuatan sudah rusak,” ketusnya.
Darmawan, warga Desa Tamansari juga membenarkan dugaan pengerjaan proyek jalan hotmik didesanya yang dikerjakan asal jadi. Sejumlah ruas jalan sepanjang 1, 50 kilo tersebut kini kondisinya sudah banyak yang retak-retak dan terkelupas.
“Melihat kondisi, jalan yang ada sudah mulai retak-retak. Kalau dibiarkan, kerusakannya akan memprihatinkan. Diduga, buruknya kualitas proyek karena pihak rekanan ngejar setoran ke dinas terkait,” ujarnya.
Dia berharap agar pihak terkait, terutama Dinas PU Pesawaran dan kontraktor yang mengerjakan jalan ini segera untuk memperbaiki ruas jalan yang rusak. Karena, jika dibiarkan kerusakan akan melebar dan berdampak bertambah parah. (*)
Menurut salah seorang warga setempat, Jum’at (17/9) mengungkapkan jalan hotmik tersebut baru dikerjakan sekitar setengah bulan. Namun, banyak bagian ruas jalan yang sudah retak-retak dan bergelombang.
Ironisnya lagi, kata dia, jalan ini juga dikerjakan pada malam hari dan tidak mengutamakan kualitas. Salahnya, saat dikerjakan di tempat basah langsung ditimpa aspal. Sehingga jalan yang ada berair dan cepat rusak.
“Bagaimana jalan tidak lekas retak-retak, pengerjaannya diduga asal-asalan saja. Belum dilewati mobil bermuatan sudah rusak,” ketusnya.
Darmawan, warga Desa Tamansari juga membenarkan dugaan pengerjaan proyek jalan hotmik didesanya yang dikerjakan asal jadi. Sejumlah ruas jalan sepanjang 1, 50 kilo tersebut kini kondisinya sudah banyak yang retak-retak dan terkelupas.
“Melihat kondisi, jalan yang ada sudah mulai retak-retak. Kalau dibiarkan, kerusakannya akan memprihatinkan. Diduga, buruknya kualitas proyek karena pihak rekanan ngejar setoran ke dinas terkait,” ujarnya.
Dia berharap agar pihak terkait, terutama Dinas PU Pesawaran dan kontraktor yang mengerjakan jalan ini segera untuk memperbaiki ruas jalan yang rusak. Karena, jika dibiarkan kerusakan akan melebar dan berdampak bertambah parah. (*)
Selasa, 14 September 2010
Warga Keluhkan Gas Elpiji Langka dan Mahal
GEDONGTATAAN - Warga Gedongtataan, Kabupaten Pesawaran keluhkan gas elpiji tabung 3 kilo yang langka dan sulit didapat dipasaran. Selain itu, kalaupun ada harganya mahal.
Cici, warga Gedongtataan, Selasa (14/9) mengatakan harga gas elpiji tabung 3 kilo dari harga Rp14 ribu saat ini harganya sudah mencapai Rp18 ribu hingga Rp20 ribu.
Menurutnya, kenaikan harga gas elpiji ini sudah berlangsung sejak beberapa minggu lalu. Namun ironisnya, harga pembelian di pengecer tidak sama. Ada yang jual Rp18 ribu dan ada pula yang menjual Rp20 ribu.
“Karena saya butuh, terpaksa membeli. Jika dibandingkan dengan pemakaian minyak tanah, memang biaya pengeluarannya agak irit. Apalagi saya membuka warung makanan,’ ungkapnya.
Hal yang sama diungkapkan Nawiyah. Menurut dia, harga gas elpiji di tingkat pengecer di Gedongtataan saat ini memang naik drastis. Bila ada, itupun harus memesan atau membeli dengan harga mahal.
“kalau tidak begitu, kita tidak akan dikasih untuk membeli. Sebab, masih banyak yang membutuhkan dan akan membayar lebih dari harga ketentuan,” keluhnya.
Mahalnya harga gas elpiji, ujar dia, memang juga dibarengi dengan kelangkaannya. Di beberapa pengecer, terutama yang menyediakan gas elpiji, banyak yang kehabisan atau ada tapi sudah dipesan.
Dia berharap agar harga gas elpiji kembali normal sesuai dengan ketentuan dan dipasaran mudah didapat. Karena selama ini gas elpiji langka dan harganya pun kian melonjak. “Warga hanya berharap gas elpiji tidak langka dan standar harga,” pintanya. (*)
Cici, warga Gedongtataan, Selasa (14/9) mengatakan harga gas elpiji tabung 3 kilo dari harga Rp14 ribu saat ini harganya sudah mencapai Rp18 ribu hingga Rp20 ribu.
Menurutnya, kenaikan harga gas elpiji ini sudah berlangsung sejak beberapa minggu lalu. Namun ironisnya, harga pembelian di pengecer tidak sama. Ada yang jual Rp18 ribu dan ada pula yang menjual Rp20 ribu.
“Karena saya butuh, terpaksa membeli. Jika dibandingkan dengan pemakaian minyak tanah, memang biaya pengeluarannya agak irit. Apalagi saya membuka warung makanan,’ ungkapnya.
Hal yang sama diungkapkan Nawiyah. Menurut dia, harga gas elpiji di tingkat pengecer di Gedongtataan saat ini memang naik drastis. Bila ada, itupun harus memesan atau membeli dengan harga mahal.
“kalau tidak begitu, kita tidak akan dikasih untuk membeli. Sebab, masih banyak yang membutuhkan dan akan membayar lebih dari harga ketentuan,” keluhnya.
Mahalnya harga gas elpiji, ujar dia, memang juga dibarengi dengan kelangkaannya. Di beberapa pengecer, terutama yang menyediakan gas elpiji, banyak yang kehabisan atau ada tapi sudah dipesan.
Dia berharap agar harga gas elpiji kembali normal sesuai dengan ketentuan dan dipasaran mudah didapat. Karena selama ini gas elpiji langka dan harganya pun kian melonjak. “Warga hanya berharap gas elpiji tidak langka dan standar harga,” pintanya. (*)
Senin, 13 September 2010
Wisata Pantai Banyak Diminati Pengunjung
PADANGCERMIN - Sampai dengan H + 3, sejumlah objek wisata pantai di Padangcermin, Kabupaten Pesawaran masih ramai dikunjungi pengunjung yang mengendarai mobil maupun motor.
Puncak ludakan pengunjung terjadi pada hari raya idul fitri kedua dan ketiga. Hal ini, tidak hanya menimbulkan kemacetan sepanjang jalan Wayratai, tetapi juga akses ke objek wisata.
Sejumlah objek wisata pantai seperti Pantai Mutun, Pantai Ringgung, Pantai Sekarwana, Pantai Klara bahkan Pantai Piabung ramai dikunjungi pengunjung, baik dari dalam maupun luar daerah.
Robert, warga Jakarta asal Bandarlampung, Selasa (14/9) mengatakan kedatangannya ke Pantai Mutun bersama keluarga untuk melihat keindahan alam yang ada disini.
Dikatakannya, suasana pantai yang indah dan tenang seperti di Pantai Mutun, Ringgung maupun Klara jarang ditemui di kabupaten/kota lain di Lampung.
“Sebagai orang Lampung, saya bangga memiliki pesona alam seperti pantai di tempat ini. Karenanya, saat pulang kampung, saya kembali untuk mengunjungi pantai ini,” katanya.
Hal hampir serupa diungkapkan Rohayat, warga Bandarjaya, Lampung Tengah. Menurutnya, suasana pantai disini lebih tenang. Namun sayang, akses jalan ke objek-objek wisata di Padangcermin kurang diperhatikan oleh pihak terkait.
Begitu pula dengan sarana prasarana pendukung dari objek wisata sendiri. “Suasana pantainya menyenangkan. Tapi, sarana prasarana masih belum memadai dan perlu dibenahi lebih baik lagi,” ketusnya. (*)
Puncak ludakan pengunjung terjadi pada hari raya idul fitri kedua dan ketiga. Hal ini, tidak hanya menimbulkan kemacetan sepanjang jalan Wayratai, tetapi juga akses ke objek wisata.
Sejumlah objek wisata pantai seperti Pantai Mutun, Pantai Ringgung, Pantai Sekarwana, Pantai Klara bahkan Pantai Piabung ramai dikunjungi pengunjung, baik dari dalam maupun luar daerah.
Robert, warga Jakarta asal Bandarlampung, Selasa (14/9) mengatakan kedatangannya ke Pantai Mutun bersama keluarga untuk melihat keindahan alam yang ada disini.
Dikatakannya, suasana pantai yang indah dan tenang seperti di Pantai Mutun, Ringgung maupun Klara jarang ditemui di kabupaten/kota lain di Lampung.
“Sebagai orang Lampung, saya bangga memiliki pesona alam seperti pantai di tempat ini. Karenanya, saat pulang kampung, saya kembali untuk mengunjungi pantai ini,” katanya.
Hal hampir serupa diungkapkan Rohayat, warga Bandarjaya, Lampung Tengah. Menurutnya, suasana pantai disini lebih tenang. Namun sayang, akses jalan ke objek-objek wisata di Padangcermin kurang diperhatikan oleh pihak terkait.
Begitu pula dengan sarana prasarana pendukung dari objek wisata sendiri. “Suasana pantainya menyenangkan. Tapi, sarana prasarana masih belum memadai dan perlu dibenahi lebih baik lagi,” ketusnya. (*)
Minggu, 05 September 2010
DPD RI Asal Lampung Kunjungi Pesawaran
GEDONGTATAAN - Wakil Ketua Komite III DPD RI asal Lampung Ahmad Jajuli, Senin (6/9) mengunjungi Kabupaten Pesawaran dalam rangka silaturrahmi dengan pemerintah daerah kabupaten setempat, bertempat di Aula Pemkab Pesawaran.
Kedatangan Ahmad Jajuli di Bumi Andan Jejama ini merupakan kesempatan yang sangat baik, terutama dalam mensinergikan program pembangunan di Kabupaten Pesawaran dengan agenda pembangunan pemerintah pusat.
Penjabat Bupati Pesawaran Untung Subroto mengatakan, selaku wakil masyarakat Lampung, kunjungan DPD RI ke Pesawaran diharapkan dapat menjembatani penyampaian aspirasi warga dan pemerintah daerah kabupaten dengan pemerintah pusat.
“Kunjungan DPD RI ke daerah kami diharapkan bisa menjaring aspirasi masyarakat dan Pemkab setempat,” ucapnya.
Dikatakannya, Kabupaten Pesawaran merupakan daerah otonom baru yang dibentuk berdasarkan UU No 33 tahun 2007 dan merupakan pemekaran dari Kabupaten Lampung Selatan. Dengan luas wilayah 1.173,77 km², wilayah ini terbagi menjadi 7 kecamatan dan 133 desa.
Berdasarkan data BPS tahun 2009, penduduk Kabupaten Pesawaran berjumlah 420.014 jiwa yang tercatat pada 100.074 kepala keluarga, terdiri dari 218.408 penduduk laki-laki dan 201.606 penduduk perempuan.
Terkait kunjungan Ahmad Jajuli ke Pesawaran, lanjut dia, Pemkab setempat telah menghadirkan para kepala satker yang berkaitan langsung dengan substansi persoalan yang menjadi bidang kerja.
“Diharapkan dari kunjungan ini akan ada pertukaran informasi yang bermanfaat bagi pelaksanaan pembangunan di Kabupaten Pesawaran,” tuturnya. (*)
Kedatangan Ahmad Jajuli di Bumi Andan Jejama ini merupakan kesempatan yang sangat baik, terutama dalam mensinergikan program pembangunan di Kabupaten Pesawaran dengan agenda pembangunan pemerintah pusat.
Penjabat Bupati Pesawaran Untung Subroto mengatakan, selaku wakil masyarakat Lampung, kunjungan DPD RI ke Pesawaran diharapkan dapat menjembatani penyampaian aspirasi warga dan pemerintah daerah kabupaten dengan pemerintah pusat.
“Kunjungan DPD RI ke daerah kami diharapkan bisa menjaring aspirasi masyarakat dan Pemkab setempat,” ucapnya.
Dikatakannya, Kabupaten Pesawaran merupakan daerah otonom baru yang dibentuk berdasarkan UU No 33 tahun 2007 dan merupakan pemekaran dari Kabupaten Lampung Selatan. Dengan luas wilayah 1.173,77 km², wilayah ini terbagi menjadi 7 kecamatan dan 133 desa.
Berdasarkan data BPS tahun 2009, penduduk Kabupaten Pesawaran berjumlah 420.014 jiwa yang tercatat pada 100.074 kepala keluarga, terdiri dari 218.408 penduduk laki-laki dan 201.606 penduduk perempuan.
Terkait kunjungan Ahmad Jajuli ke Pesawaran, lanjut dia, Pemkab setempat telah menghadirkan para kepala satker yang berkaitan langsung dengan substansi persoalan yang menjadi bidang kerja.
“Diharapkan dari kunjungan ini akan ada pertukaran informasi yang bermanfaat bagi pelaksanaan pembangunan di Kabupaten Pesawaran,” tuturnya. (*)
Pesawaran Belum Miliki Rumah Sakit Umum Daerah
GEDONGTATAAN - Sebagai daerah otonomi baru (DOB), sejak dimekarkan dari kabupaten induknya Lampung Selatan, Kabupaten Pesawaran belum memiliki rumah sakit umum daerah.
Selama ini, masyarakat di Pesawaran banyak yang dirujuk ke Rumah Sakit Abdoelmuluk maupun rumah sakit lain Bandarlampung. Demikian ditegaskan Wakil Ketua Komite III DPD RI Ahmad Jajuli, Senin (6/9) saat kunjungan kerja ke Kabupaten Pesawaran.
“Dari apa yang ada selama ini, karena ketiadaan rumah sakit umum daerah, banyak warga setempat yang harus dirujuk ke rumah sakit di Bandarlampung,” tuturnya.
Kedatangan DPD RI ke kabupaten yang dimekarkan tahun 2007 ini, antara lain juga untuk reses terhadap kunjungan yang pernah dilakukan terdahulu dan harus ditindaklanjuti.
Bahkan, pihak DPD Dapil Lampung telah membicarakan berbagai persoalan di kabupaten setempat dengan pihak terkait, termasuk belum adanya rumah sakit daerah.
“Kami dari DPD RI daerah pemilihan Provinsi Lampung sudah coba bicarakan hal ini dengan kementrian. Tinggal menunggu tindaklanjut dari aspirasi masyarakat,” ujarnya. (*)
Selama ini, masyarakat di Pesawaran banyak yang dirujuk ke Rumah Sakit Abdoelmuluk maupun rumah sakit lain Bandarlampung. Demikian ditegaskan Wakil Ketua Komite III DPD RI Ahmad Jajuli, Senin (6/9) saat kunjungan kerja ke Kabupaten Pesawaran.
“Dari apa yang ada selama ini, karena ketiadaan rumah sakit umum daerah, banyak warga setempat yang harus dirujuk ke rumah sakit di Bandarlampung,” tuturnya.
Kedatangan DPD RI ke kabupaten yang dimekarkan tahun 2007 ini, antara lain juga untuk reses terhadap kunjungan yang pernah dilakukan terdahulu dan harus ditindaklanjuti.
Bahkan, pihak DPD Dapil Lampung telah membicarakan berbagai persoalan di kabupaten setempat dengan pihak terkait, termasuk belum adanya rumah sakit daerah.
“Kami dari DPD RI daerah pemilihan Provinsi Lampung sudah coba bicarakan hal ini dengan kementrian. Tinggal menunggu tindaklanjut dari aspirasi masyarakat,” ujarnya. (*)
Rabu, 01 September 2010
Pendistribusian Raskin Minggu Kedua September
GEDONGTATAAN - Pendistribusian raskin di Kabupaten Pesawaran dipastikan akan disalurkan mingu kedua bulan September 2010. Hal ini menyusul adanya surat yang telah dilayangkan Pemkab setempat melalui bagian Perekonomian.
Kabag Perekonomian Pemkab Pesawaran Toto Sumedi, Kamis (2/8) mengatakan beberapa waktu lalu pihaknya telah melayangkan surat kepada Dolog tentang pendistribusian beras miskin untuk bulan Agustus.
Dikatakannya, raskin bulan Agustus mulai didistribusikan pada pertengahan bulan September 2010. Karena persiapan beras di gudang Bulog masih minim.
“Pendistribusian raskin di Kabupaten Pesawaran dipastikan minggu kedua bulan September. Sebab ketersediaan beras baru siap saat itu,” katanya.
Biasanya, kata dia, pendistribusian raskin berlangsung awal bulan. Jika jatah raskin untuk bulan Agustus belum turun berarti pendistribusian raskin akan direalisasikan awal maupun pertengahan bulan berikutnya.
Untuk itu, ia berharap kepada masyarakat, khususnya penerima beras miskin agar kiranya dapat bersabar menanti pendistribusian raskin bulan Agustus yang akan didistribusikan pada minggu kedua bulan September ini.
“Tidak lama lagi raskin akan didistribusikan. Keterlambatan ini disebabkan persediaan beras di gudang Dolog masih minim dan sekarang sstoknya sudah ada,” ujarnya. (*)
Minggu, 29 Agustus 2010
Penerimaan CPNSD Hanya 219 Formasi
GEDONGTATAAN - Pemerintah daerah Kabupaten Pesawaran masih membutuhkan sekitar 1.751 CPNS untuk mengisi jabatan yang lowong. Sementara penerimaan CPNSD tahun 2010 hanya mendapatkan 219 formasi.
Jumlah itu masih jauh dari kuota yang dibutuhkan. Meski seluruhnya memenuhi kuota strategis seperti tenaga guru, kesehatan dan teknis. Sedangkan, jumlah yang akan mengisi kebutuhan masing-masing bidang tersebut belum diketahui. Demikian ungkap Kepala BKD Pesawaran Iwan Setiawan.
“Pastinya, kuota yang didapat sepenuhnya sudah disetujui oleh Kementrian Pendayagunaan Aparatur Negara (Penpan) untuk penerimaan CPNSD tahun 2010,” katanya.
Sementara, untuk kekurangan formasi lainnya akan diajukan secara bertahap di tahun selanjutnya. Sehingga nantinya akan mencukupi kebutuhan. Terlebih, Kabupaten Pesawaran merupakan daerah otonomi baru. Masih banyak dibutuhkan tenaga professional untuk menjalankan roda pemerintahan.
Proses penerimaan CPNSD, ujar dia, akan dimulai pada awal bulan September 2010 mendatang. Jadwal ujian penerimaan sebisa mungkin dilakukan secara serentak di kabupaten/kota Provinsi Lampung. Itu dilakukan antara lain untuk menghindari peserta ikut lebih dari satu daerah.
Terkait jumlah kuota yang jauh lebih sedikit dari jumlah pengajuan kebutuhan pegawai, lanjut dia, hal ini berkaitan erat dengan keterbatasan anggaran pemerintah pusat. Sehingga daerah harus berusaha mengembangkan potensi yang ada di daerah.
Apalagi, anggaran gaji pegawai sudah di plot anggaran pusat. Sehingga untuk melakukan pengisian PNS, Menpan harus berkoordinasi lebih lanjut dengan Kementerian Keuangan terkait ketersediaan anggaran yang ada. (*)
Jumlah itu masih jauh dari kuota yang dibutuhkan. Meski seluruhnya memenuhi kuota strategis seperti tenaga guru, kesehatan dan teknis. Sedangkan, jumlah yang akan mengisi kebutuhan masing-masing bidang tersebut belum diketahui. Demikian ungkap Kepala BKD Pesawaran Iwan Setiawan.
“Pastinya, kuota yang didapat sepenuhnya sudah disetujui oleh Kementrian Pendayagunaan Aparatur Negara (Penpan) untuk penerimaan CPNSD tahun 2010,” katanya.
Sementara, untuk kekurangan formasi lainnya akan diajukan secara bertahap di tahun selanjutnya. Sehingga nantinya akan mencukupi kebutuhan. Terlebih, Kabupaten Pesawaran merupakan daerah otonomi baru. Masih banyak dibutuhkan tenaga professional untuk menjalankan roda pemerintahan.
Proses penerimaan CPNSD, ujar dia, akan dimulai pada awal bulan September 2010 mendatang. Jadwal ujian penerimaan sebisa mungkin dilakukan secara serentak di kabupaten/kota Provinsi Lampung. Itu dilakukan antara lain untuk menghindari peserta ikut lebih dari satu daerah.
Terkait jumlah kuota yang jauh lebih sedikit dari jumlah pengajuan kebutuhan pegawai, lanjut dia, hal ini berkaitan erat dengan keterbatasan anggaran pemerintah pusat. Sehingga daerah harus berusaha mengembangkan potensi yang ada di daerah.
Apalagi, anggaran gaji pegawai sudah di plot anggaran pusat. Sehingga untuk melakukan pengisian PNS, Menpan harus berkoordinasi lebih lanjut dengan Kementerian Keuangan terkait ketersediaan anggaran yang ada. (*)
Jumat, 20 Agustus 2010
Renstra Pembangunan Menunggu Bupati Definitf
GEDONGTATAAN - Renstra jangka pendek Kabupaten Pesawaran, belum diwacanakan lebih lanjut. Karena kepala daerah definitif di daerah ini belum menjabat. Selama ini, Pesawaran dipimpin penjabat bupati. Demikian diungkapkan Sekretaris Bappeda Pesawaran, Ir. Yosa Rizal.
“Rencana strategis lima tahun ke depan belum berjalan. Sebab bupati definitif belum ada. Renstra ini nantinya akan menjadi tolak ukur untuk membangun Pesawaran,” katanya.
Menurutnya, rencana pembangunan Kabupaten Pesawaran ke depan berhubungan dengan visi-misi dan program kerja dari bupati – wakil bupati definitif. Karena, sebagai kepala daerah dan wakil kepala daerah terpilih, keduanya bersama legeslatif memiliki kewenangan untuk menentukan arah kebijakan pembangunan di daerah ini.
Sejak dimekarkan dari kabupaten induknya Lampung Selatan tahun 2007, sebagai daerah otonomi baru, Pesawaran masih terus untuk berbenah. Termasuk rencana strategis pembangunan.
Dalam konteksnya, ujar dia, rencana pembangunan jangka pendek, menengah dan panjang di
wilayah Kabupaten Pesawaran juga disesuaikan dengan peluang dan potensi yang ada, termasuk pula sumber dayanya.
Selain membenahi di bidang pemerintahan, daerah ini juga melaksanakan berbagai pembangunan yang bersumber dari DAU, DAK dan pendapatan asli daerah maupun sumber bantuan lain.
Salah satu yang bersumber dari DAK, lanjut dia, diantaranya pembangunan kantor bupati yang dianggarkan dan dananya berasal dari dana alokasi serta pendamping anggaran pendapatan asli daerah sejak tahun 2009 atau tahap pertama.
Pembangunan perkantoran tahap II tahun 2010 ini sedang berjalan. Untuk tahap III tahun 2011, Pemkab setempat berupaya meningkatkan DAK bidang sarana prasarana pemerintahan. Karena pembangunan perkantoran tersebut berkelanjutan,” tuturnya. (*)
“Rencana strategis lima tahun ke depan belum berjalan. Sebab bupati definitif belum ada. Renstra ini nantinya akan menjadi tolak ukur untuk membangun Pesawaran,” katanya.
Menurutnya, rencana pembangunan Kabupaten Pesawaran ke depan berhubungan dengan visi-misi dan program kerja dari bupati – wakil bupati definitif. Karena, sebagai kepala daerah dan wakil kepala daerah terpilih, keduanya bersama legeslatif memiliki kewenangan untuk menentukan arah kebijakan pembangunan di daerah ini.
Sejak dimekarkan dari kabupaten induknya Lampung Selatan tahun 2007, sebagai daerah otonomi baru, Pesawaran masih terus untuk berbenah. Termasuk rencana strategis pembangunan.
Dalam konteksnya, ujar dia, rencana pembangunan jangka pendek, menengah dan panjang di
wilayah Kabupaten Pesawaran juga disesuaikan dengan peluang dan potensi yang ada, termasuk pula sumber dayanya.
Selain membenahi di bidang pemerintahan, daerah ini juga melaksanakan berbagai pembangunan yang bersumber dari DAU, DAK dan pendapatan asli daerah maupun sumber bantuan lain.
Salah satu yang bersumber dari DAK, lanjut dia, diantaranya pembangunan kantor bupati yang dianggarkan dan dananya berasal dari dana alokasi serta pendamping anggaran pendapatan asli daerah sejak tahun 2009 atau tahap pertama.
Pembangunan perkantoran tahap II tahun 2010 ini sedang berjalan. Untuk tahap III tahun 2011, Pemkab setempat berupaya meningkatkan DAK bidang sarana prasarana pemerintahan. Karena pembangunan perkantoran tersebut berkelanjutan,” tuturnya. (*)
Rabu, 18 Agustus 2010
Pesawaran Belum Memiliki Sarana Angkutan Umum
GEDONGTATAAN - Secara umum, Kabupaten Pesawaran belum memiliki sarana angkutan umum. Akan tetapi daerah ini banyak dilalui kendaraan bis AKAP dan AKDP yang melintas di jalan lintas barat dan lintas tengah Sumatera.
Dinas Perhubungan setempat telah menyiapkan Posko dan personil pada daerah rawan macet dan kecelakaan serta fasilitas untuk beristirahat serta penambahan fasilitas keselamatan lalu lintas jalan apabila terjadi pengalihan arus ke lintas alternatif.
Pasarana jalan lintas barat dan lintas tengah hingga saat ini dalam kondisi siap. Namun masih perlu adanya pengawasan jika sewaktu-waktu ada kerusakan jalan dan sebagainya. Demikian dikatakan Kepala Dinas Perhubungan Pesawaran Jhondrawadi.
“Menghadapi idul fitri ini, sarana prasarana jalan sudah siap. Demikian juga halnya pihak Dinas Perhubungan. Kami akan terus melakukan pengawasan selama menjelang maupun setelah lebaran,” ungkapnya.
Permasalahan yang ada selama ini, kata dia, tingginya penggunaan sepeda motor untuk sarana mudik lebaran membawa pengaruh langsung terhadap tingkat kecelakaan, keselamatan, ketertiban dan kelancaran arus lalu lintas.
Adanya perbaikan jalan dan jembatan maupun gorong-gorong di pusat ibukota kabupaten, seperti halnya perbaikan gorong-gorong di samping Mapolsek Gedongtataan dan pelebaran jalan di depan pemakaman umum Gedongtataan, dapat pula terjadi kemacetan.
Tapi hal itu dapat diurai bila pengguna jalan mengantisifasinya dengan tertib berlalu lintas dan batas maksimal laju kendaraan yang tidak melebihi dari batas kecepatan maksimum.
Lebih lanjut dikatakannya, suasana lebaran biasanya banyak warga yang berekreasi ke tempat-tempat objek wisata di Kabupaten Pesawaran. Tapi diakui, kapasitas jalan masih terbatas. Sehingga dapat menimbulkan kemacetan lalu lintas.
Untuk mengurangi kemungkinan terjadinya kemacetan di Pantai Mutun dan sekitarnya, petugas dapat mengarahkan kendaraan yang akan keluar dari pantai tersebut ke arah kiri menuju Hanura, Kecamatan Padangcermin. (*)
Dinas Perhubungan setempat telah menyiapkan Posko dan personil pada daerah rawan macet dan kecelakaan serta fasilitas untuk beristirahat serta penambahan fasilitas keselamatan lalu lintas jalan apabila terjadi pengalihan arus ke lintas alternatif.
Pasarana jalan lintas barat dan lintas tengah hingga saat ini dalam kondisi siap. Namun masih perlu adanya pengawasan jika sewaktu-waktu ada kerusakan jalan dan sebagainya. Demikian dikatakan Kepala Dinas Perhubungan Pesawaran Jhondrawadi.
“Menghadapi idul fitri ini, sarana prasarana jalan sudah siap. Demikian juga halnya pihak Dinas Perhubungan. Kami akan terus melakukan pengawasan selama menjelang maupun setelah lebaran,” ungkapnya.
Permasalahan yang ada selama ini, kata dia, tingginya penggunaan sepeda motor untuk sarana mudik lebaran membawa pengaruh langsung terhadap tingkat kecelakaan, keselamatan, ketertiban dan kelancaran arus lalu lintas.
Adanya perbaikan jalan dan jembatan maupun gorong-gorong di pusat ibukota kabupaten, seperti halnya perbaikan gorong-gorong di samping Mapolsek Gedongtataan dan pelebaran jalan di depan pemakaman umum Gedongtataan, dapat pula terjadi kemacetan.
Tapi hal itu dapat diurai bila pengguna jalan mengantisifasinya dengan tertib berlalu lintas dan batas maksimal laju kendaraan yang tidak melebihi dari batas kecepatan maksimum.
Lebih lanjut dikatakannya, suasana lebaran biasanya banyak warga yang berekreasi ke tempat-tempat objek wisata di Kabupaten Pesawaran. Tapi diakui, kapasitas jalan masih terbatas. Sehingga dapat menimbulkan kemacetan lalu lintas.
Untuk mengurangi kemungkinan terjadinya kemacetan di Pantai Mutun dan sekitarnya, petugas dapat mengarahkan kendaraan yang akan keluar dari pantai tersebut ke arah kiri menuju Hanura, Kecamatan Padangcermin. (*)
Pembangunan Kantor Bupati Dilanjutkan
GEDONGTATAAN - Setelah menyelesaikan pembangunan kantor bupati Kabupaten Pesawaran tahap I pada tahun 2009, Pemkab setempat kembali melanjutkan pelaksanaan tahap II tahun 2010, dengan nilai anggaran sebesar 6.999.990.000 yang bersumber dari DAK dan pendamping.
Dana alokasi khusus bidang sarana prasarana pemerintahan dan pendamping dari APBD Pesawaran itu, dalam tahap II ini untuk meneruskan pelaksanaan pembangunan kantor bupati tahap sebelumnya. Demikian diungkapkan Sekretaris Bappeda Pesawaran Ir. Yosa Rizal, mendampingi Kepala Bappeda Ir. Fredy, Rabu (18/8) diruang kerjanya.
“Pembangunan kantor bupati ini berkelanjutan, dimulai tahun 2009, 2010 dan tahap ketiga tahun 2011 nanti,” urainya.
Untuk itu, kata dia, pada pembangunan tahap III tahun 2011, pihak Pemkab setempat sedang berupaya meningkatkan DAK bidang sarana prasarana pemerintahan. Dengan demikian, pelaksanaannya akan dapat lebih optimal.
Pembangun sarana dan kompleks perkantoran di Desa Waylayap, Gedongtataan itu, berada diatas lahan seluas 37,2 hektar, yang pembangunannya meliputi sekretariat kabupaten, sekretariat dewan serta kantor dinas, badan dan kelembagaan.
Penetapan lokasi perkantoran tersebut melalui Surat Keputusan Bupati Pesawaran Nomor: 1.01/100.A/HK/2008 tanggal 24 Juli 2008 tentang Penetapan Lokasi untuk Pembangunan Perkantoran Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pesawaran di Desa Waylayap Kecamatan Gedongtataan.
Lokasi yang diperuntukkan perkantoran ini seluas 40,5 hektar dan lokasinya telah dibebaskan melalui dana APBD Kabupaten Pesawaran tahun 2008 serta telah dilakukan land clearing dan disusun masterplan perkantoran, desain kantor bupati dan DPRD.
Kompleks perkantoran yang proses pembangunannya direncanakan diselesaikan dalam tiga tahap itu akan menjadi pusat pemerintahan kabupaten yang representatif untuk dapat menunjang kinerja pelayanan pemerintah daerah kepada masyarakat. Peletakan batu pertamanya dilakukan hari Selasa, 18 Agustus 2009.
Berdasarkan masterplan yang ada, ditempat itu dibangun kantor bupati, sekretariat DPRD, gedung serba guna, kantor-kantor dinas, badan dan kelembagaan lain berikut fasilitas penunjangnya.
Pada tahun 2009, Pemkab Pesawaran memperoleh bantuan dana alokasi khusus (DAK) bidang prasarana pemerintahan untuk pembangunan gedung kantor bupati dan sekretariat kabupaten tahap pertama sekitar Rp 10,028 miliar, termasuk dana pendamping dari APBD tahun anggaran 2009 sebesar Rp 911 juta yang disiapkan pemerintah kabupaten setempat.
Sebelumnya, tahun anggaran (TA) 2008 realisasi wacana pembangunan kantor bupati telah dimulai dengan pembuatan masterplan perkantoran pemerintah Kabupaten Pesawaran oleh PT. Arplan Geo Encon.
Sesuai dengan tata ruang Kabupaten Pesawaran, dimana Kota Gedongtataan merupakan pusat perdagangan dan jasa serta pusat pendidikan dan pemerintahan. Sehingga Pemkab setempat mengupayakan pengembangan wilayah yang berpotensi serta relatif masih kosong sebagai sub pusat perkantoran yang baru.(*)
Dana alokasi khusus bidang sarana prasarana pemerintahan dan pendamping dari APBD Pesawaran itu, dalam tahap II ini untuk meneruskan pelaksanaan pembangunan kantor bupati tahap sebelumnya. Demikian diungkapkan Sekretaris Bappeda Pesawaran Ir. Yosa Rizal, mendampingi Kepala Bappeda Ir. Fredy, Rabu (18/8) diruang kerjanya.
“Pembangunan kantor bupati ini berkelanjutan, dimulai tahun 2009, 2010 dan tahap ketiga tahun 2011 nanti,” urainya.
Untuk itu, kata dia, pada pembangunan tahap III tahun 2011, pihak Pemkab setempat sedang berupaya meningkatkan DAK bidang sarana prasarana pemerintahan. Dengan demikian, pelaksanaannya akan dapat lebih optimal.
Pembangun sarana dan kompleks perkantoran di Desa Waylayap, Gedongtataan itu, berada diatas lahan seluas 37,2 hektar, yang pembangunannya meliputi sekretariat kabupaten, sekretariat dewan serta kantor dinas, badan dan kelembagaan.
Penetapan lokasi perkantoran tersebut melalui Surat Keputusan Bupati Pesawaran Nomor: 1.01/100.A/HK/2008 tanggal 24 Juli 2008 tentang Penetapan Lokasi untuk Pembangunan Perkantoran Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pesawaran di Desa Waylayap Kecamatan Gedongtataan.
Lokasi yang diperuntukkan perkantoran ini seluas 40,5 hektar dan lokasinya telah dibebaskan melalui dana APBD Kabupaten Pesawaran tahun 2008 serta telah dilakukan land clearing dan disusun masterplan perkantoran, desain kantor bupati dan DPRD.
Kompleks perkantoran yang proses pembangunannya direncanakan diselesaikan dalam tiga tahap itu akan menjadi pusat pemerintahan kabupaten yang representatif untuk dapat menunjang kinerja pelayanan pemerintah daerah kepada masyarakat. Peletakan batu pertamanya dilakukan hari Selasa, 18 Agustus 2009.
Berdasarkan masterplan yang ada, ditempat itu dibangun kantor bupati, sekretariat DPRD, gedung serba guna, kantor-kantor dinas, badan dan kelembagaan lain berikut fasilitas penunjangnya.
Pada tahun 2009, Pemkab Pesawaran memperoleh bantuan dana alokasi khusus (DAK) bidang prasarana pemerintahan untuk pembangunan gedung kantor bupati dan sekretariat kabupaten tahap pertama sekitar Rp 10,028 miliar, termasuk dana pendamping dari APBD tahun anggaran 2009 sebesar Rp 911 juta yang disiapkan pemerintah kabupaten setempat.
Sebelumnya, tahun anggaran (TA) 2008 realisasi wacana pembangunan kantor bupati telah dimulai dengan pembuatan masterplan perkantoran pemerintah Kabupaten Pesawaran oleh PT. Arplan Geo Encon.
Sesuai dengan tata ruang Kabupaten Pesawaran, dimana Kota Gedongtataan merupakan pusat perdagangan dan jasa serta pusat pendidikan dan pemerintahan. Sehingga Pemkab setempat mengupayakan pengembangan wilayah yang berpotensi serta relatif masih kosong sebagai sub pusat perkantoran yang baru.(*)
Langganan:
Postingan (Atom)
